SUBANG - WORLD News | Pengerjaan drainase yang berlokasi di wilayah Cibenda RT/RW, 01/01 Desa.Batusari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, terpampang Baliho "Proyek ini dalam pengawasan Ormas Buas dan Beurekbeuk.
Melihat adanya Baliho dengan bunyi "Proyek ini dalam pengawasan LSM dan Ormas" sempat menjadi pertanyaan awak media Worldnews yang melintasi lokasi kegiatan drainase pada Minggu 25/10/2020, hingga menghubungi salah satu ketua LSM,
"Benar proyek drainase itu dalam pengawasan kami, pasalnya pengerjaan drainase tersebut tidak sesuai dengan SOP," terang Kusyana yang kerap disapa Black ketua LSM Beureukbeuk.
Masih menurut Black pada Wartawan, pengerjaan drainase ini tidak Prosedural Standar Operasional Prosedur (SOP) malah jauh sesuai dengan nilai papan proyek yang terpampang.
Saya sempat bertanya pada pendamping Desa masalah RAB, jawabannya itu bukan bikinan saya," ucap black mengutif ucapan pendamping Desa.
Yang lebih menampar saya, tiba tiba Kadus wawan yang juga sebagai TPK malah menjawab dengan mengeluarkan uang 500rb,
"Saya bertanya pada Kadus Wawan tentang kegiatan drainase, ko malah dijawab dengan menyodorkan Uang 500 rb, ini bukti kuat, dengan mengeluarkan uang tersebut diduga untuk suap (tutup mulut) artian dengan menyodorkan Uang lebih jelas ada masalah pengerjaan drainasenya," terang black terlihat geram.
Rencananya ketua LSM Beureukbeuk akan melaporkan dugaan penyimpangan pekerjaan drainase tersebut yang didukung dengan bukti uang 500 rb setelah memasang Baliho di Kantor Desa.
Selain adanya sorotan dari LSM dan Ormas salah satu warga Desa Batusari mengatakan,
"Kebanyakan Proyek di Desa Batusari proyek bancakan, artinya proyek bagi bagi hasil, jangan kan dari hasil proyek dari subkon Barang pun di pinta fee 50 rb/rit,"ungkapnya.
Dari pantauan awak media dilapangan terlihat adanya pengerjaan darainase yang bersumber dari anggaran Dana Desa (DD) senilai Rp.85.986.150 rupiah, namun ada kejanggalan dari pemasangan batu pondasi yang seharusnya melalui adukan semen terlebih dahulu, sepertinya tidak dilakukan.
Selanjutnya melihat kondisi pengerjaan drainase seperi itu awak media berusaha menghubungi Tim Pengelola Kegiatan (TPK),
"Tadi tidak ada Air untuk bikin Adukan penerapan Batu drainase," tutur Wawan.
Awak media berusaha menemui kepala Desa Batusari untuk mengkonfirmasi bagaimana tanggapanya bahwa proyek drainase tersebut terpampang Baliho dalam pengawasan dan diduga tidak sesuai dengan SOP, sayangnya kades batu Sari tidak ada ditempat dan hanya bertemu satgas desa.
(Karnesim)